"Halo? iya iya, ... aku udah di jalan nih. ... Bentar ya Fida sayang... hehe, ... wuah wuah iyaa deh maap maap wkwkwk. ... tunggu ya. haha bye!" sahut Onix menutup pembicaraan. Barusan Alfida meneleponnya untuk menyuruhnya datang cepat karena setengah jam lagi acara pesta ulang tahun Fida akan segera dimulai. Fida sungguh sangat tidak sabar menunggu sahabatnya itu datang, karena ia sangat penasaran dengan kado yang dibawa oleh Onix. Dalam hati ia berdoa agar Onix sampai dengan selamat dirumahnya. Sungguh, malam ini perasaannya sangat tidak enak. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Fida.
Beberapa saat kemudian, terdengar ponsel Masnand berdering. "Halo, iya saya Nandira. Ada apa ya? ... Apa ?! ... Iya baik, saya akan segara kesana! terima kasih!" klik!, Nandira memencet gambar berwarna merah di layar hp-nya. "Ada apa mas? Kok kayaknya Masnand panik banget?" Tanya Fida. "hmm.. temen mas kecelakaan sayang, jadi mas harus pergi dulu ya, ntar mas beliin boneka deh sebagai kadonya, byee Fida" ucap Masnand sambil berlari tergesa-gesa. Fida pun terdiam di tempat. Ia tak sanggup berkata apa-apa lagi. Onix yang ditunggunya tak kunjung datang, Bahkan sekarang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan! Ia merasa sangat pusing, lalu tiba-tiba gelap. "Fida! Fida! bangun naak!" Jerit mama Fida sambil menangis tersedu-sedu.
Di Rumah Sakit Amlinff Mauriel pukul 08.30 p.m Unit Gawat Darurat
"Nan, lo... ngerti kan maksud gue? Kalau... setelah ini gue... pergi, gue mohon lo mau... memberikan boneka beruang ini sama... Fida sebagai kenang-kenangan... dari gue. gue tau dia... punya penyakit jantung, Nan... Setelah gue mati ntar, gue bakal ngedonorin... jantung gue kepadanya. Tapi... jangan pernah lo kasi tau dia... ya, gue mau lo janji... sama gue Nan... Argh..." kata Onix tersendat-sendat di sela-sela rasa sakit yang menghantamnya. "Hmm... iya Nix, gue janji. tapi, kenapa lo ngomong kayak gitu? apa maksud lo?" tanya Nandira. "Gue sayang banget sama Fida, Nan. Sejak pertama gue kenal dia, gue bener-bener ngerasa nyaman didekat dia. Gue tau kalo dokter menvonis dia bakal mati hari ini, tapi gue bakal ngedonorin jantung gue ke dia Nan. Dia bakal hidup seribu tahun lagi." sahut Onix sambil tersenyum. "tapi lo jangan pergi ninggalin gue gitu aja dong, Nix. Ntar siapa lagi temen konvoi gue kalo bukan elo? lo jangan mati yah, Nix" sahut Nandira. terlihat matanya mulai berkaca-kaca. "haha, gue ga mati kok, Nan. gue bakal selalu hidup di dalam tubuh adik lo. Kalo lo emang bener sahabat gue, lo mesti jagain dia baik-baik. mungkin ini saat terakhir kita ketemu Nan. See u next time. Lo jangan lupain yang gue bilang tadi ya... Argh..." Onix pun menghembuskan nafas terakhirnya. Pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya...
"Ma! aku udah dapet calon donor nih." Teriak Nandira. "Baiklah, segera bawa dia ke ruang bedah, sus" kata dokter. "Baik Dok" Jawab suster. Tak lama kemudian, suster dan segenap tim bedah melakukan tugasnya. Lima jam kemudian, dokter keluar dari ruang bedah tersebut. "gimana dok?" sergap mama Fida. "alhadulillah berhasil bu. anak ibu sangat kuat. ibu beruntung mempunyai anak seperti dia. jarang lho bu ada yang bisa bertahan dalam kondisi seperti itu. selamat ya buk" salam pak dokter. "Terimakasih banyak dok! Alhamdulillah ya Allah!"ucap mama Fida seraya sujud syukur. Suasana di ruangan itu pun menjadi sangat haru. Mendadak Nandira teringat akan sesuatu, "Ma, mama jangan pernah ngasih tau Fida soal siapa yang donorin jantungnya, ini pesan si pendonor sebelum meninggal sama aku ma!" Bisik nandira di telinga mamanya. "Hm, iya deh nak. mama akan jaga rahasia ini.." Balas mama Fida.
Dua bulan kemudian, tanggal 31 Desember 2010 pukul 20:00 di atas atap rumah Fida
"Sebel! udah dua bulan aku nungguin Onix di taman, tapi dia ga pernah balik-balik lagi. Aku benci kamu Nix!" teriak Fida seraya membenamkan kepalanya diatas lututnya. "Fid, ada yang mau mas bilang ke kamu. Ini soal Onix..." Sahut Nandira menghampiri Fida. "apa? Masnand kenal sama Onix? Kok bisa?" Tanya Fida beruntun tak sabaran. "Iya, dia temen sekantor mas. Kamu pasti bertanya-tanya siapa yang donorin jantung itu kan?" kata Nandira sambil memmbelai kepala adiknya itu. "Iya mas, emang siapa yang donorin? Fida kenal sama orangnya?" tanya Fida kembali. "Fida kenal kok, kenal dekeeet banget. Dia ngasi ini ke kamu sebagai ganti dia ga bisa ada di pesta ultahmu" sahut Nandira sambil memberikan sebuah boneka beruang kepada Fida. "Hm.. siapa ya? Mas ya orang nya?!" jerit Fida seraya memeluk mas kesayangannya itu. Nandira pun melepaskan pelukan itu. "bukan adikku sayang, buka deh boneka nya" sahut Nandira kemudian. Kemudian pun Fida membuka boneka nya. Ia menemukan sepucuk surat didalam boneka tersebut :
"Dear Alfida. Selamat ultah ya :D haha. maaf aku ga bisa lama di dekat kamu akhir-akhir ini. hehe, maaf juga kalo aku ga berani ngomong langsung ke kamu. hmm... Fid, aku sayang kamu banget! hehe maksudnya, aku cinta sama kamu. kamu mau ga jadi pacarku? kutunggu jawabmu besok di taman kemuning jam 09:00 see u Fida!"
~Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukmu
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah, pilihan hatiku...
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukmu
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah, pilihan hatiku...
-Onix-
Thanks for all you’ve done
I’ve missed you for so long
I can’t believe you’re gone
You still live in me
I feel you in the wind
You guide me constantly
I’ve never knew what it was to be alone, no
Cause you were always there for me
You were always there waiting
And ill come home and I miss your face so
Smiling down on me
I close my eyes to see
And I know, you’re a part of me
And it’s your song that sets me free
I sing it while I feel I can’t hold on
I sing tonight cause it comforts me
I carry the things that remind me of you
In loving memory of
The one that was so true
Your were as kind as you could be
And even though you’re gone
You still mean the world to me
I’ve never knew what it was to be alone, no
Cause you were always there for me
You were always there waiting
But now I come home and it’s not the same, no
It feels empty and alone
I can’t believe you’re gone...
-Alter Bridge_In Loving Memory-
----------The End----------


