W E L C O M E T O M Y B L O G

Make Your Own Story \(^O^)/

Wednesday, 14 December 2011

Kau Akan Slalu Terkenang Dalam Hatiku (Part 2)




Sesampainya di taman, Fida langsung melonjak keluar dan meregangkan badannya. Nandira sungguh tidak menyangka kalau adiknya benar-benar ingin pergi ke taman. Ia sendiri jadi tidak tega menyuruh adiknya pulang. "Mas, ntar kita pulang jam berapa? jangan cepet-cepet ya mas, aku kan bosan dirumah terus. Sekali-kali aku juga pengen duduk lama sambil baca buku ato ngapain kek gitu diluar rumah, hehe." kata Fida. "haha iyaa deh Fid, tapi jangan lupa sama janjimu tadi ya.. hihi" kata Nandi mengingatkan adiknya yang rada pikun itu. "hoho sip mas. eh iya, mas mau kemana lagi? mau nungguin aku disini ato kemana?" tanya Fida. "hmm ga tau deh. eh tunggu bentar ya, mas angkat telpon dulu. Dari siapa ini? eh.. WOOAHH LUNA! eh bentar ya Fid! Halo sayang, kenapa? ... hah? ... eh iya iya aku kesana sekarang, tunggu ya, bye! Fid, mas mau ketemu iparmu dulu, ada urusan penting. kamu jaga diri ya, jangan sampai jatuh loh. kalau ada apa apa ntar telepon mas aja ya dik! sip" sahut Nandi. "Iya mas, aku bakalan baik-baik aja kok" ucap Fida meyakinkan masnandnya. tak lama setelah itu, Nandira pun mencium pipi adiknya dan segera melesat kencang meninggalkan taman itu menuju kediaman Luna, pacarnya.

Fida masih duduk dengan santainya sambil baca buku di taman Kemuning yang terletak di tengah kota Edensor. Yap, nama kota itu adalah kota Edensor, kota impian. Fida adalah salah satu orang beruntung yang bisa tinggal di kota impian ini. Dahulunya Fida lahir di Newark, New Jersey. Namun sejak papanya meninggal, keluarga mereka pindah ke kota Edensor mengingat masih ada family mereka yang menetap disana. Fida merupakan seorang blasteran Indo-Prancis. Jadi, dia lumayan bisa banyak bahasa asing. Fida hanya sekolah sampai kelas 2 smp karena penyakita jantungnya sangat tidak memungkinkannya untuk beraktivitas terlalu berat. Namun, dia masih beruntung punya abang yang setia dan mau mengajarinya banyak hal. termasuk dalam hal desainer interior. Fida bercita-cita ingin menjadi seorang Interior Designer. Oleh karena itu, ia tekun mempelajari hal itu dari abangnya. Ia sudah membuat bermacam-macam rancangan design yang sangat bagus. Ia bertekad untuk mewujudkannya nanti.

"hai! kamu Fida kan? Salam kenal yaa Fid." sahut sebuah suara tak dikenal menghampiri Fida. "hmm maaf, kamu siapa ya? kok bisa kenal sama aku?" tanya Fida merasa tidak mengenali orang yang duduk di sebelahnya. "Aku Delonix. tetanggamu. Biasa dipanggil Onix haha. Kamu kok engga pernah keluar rumah? Sumpah, sejak tinggal disini, ini pertama kalinya aku liat kamu keluar rumah lho" ujar Onix memulai percakapan. Fida yang sukar terbiasa dengan orang baru, membalasnya dengan ucapan jutek "Emang ada kepentingan situ ngurusin aku? Mau elo Onix kek, Enox kek, ato apa aja laah, BUKAN URUSAN GUE! ngerti?" Onix pun tertawa lebar "Hahaha ternyata kamu jutek juga ya. Ya deh... Mungkin kamu lagi dapet ya? atau lagi bete? Kok marah-marah sih? Ntar cepet tua loh, jadi nenek-nenek hihi" goda Onix. "Terserah" Fida jadi makin bete. "Hehe, nenek-nenek imut maksudnya... hahaha" Ucap Onix seraya tertawa lebar. "Ih, rese deh" Fida mencubit Onix. Namun tak terasa, waktu berjalan dengan cepat. Fida dan Onix terlihat sangat akrab bercanda. "Tiiittt! Tiiiiitttt!" terdengar bunyi klakson sebuah mobil. "Eh, aku pamit pulang dulu ya Nix, haha makasih udah hibur aku. aku seneeeng sekali hari ini" Ucap fida tersenyum melambaikan tangan sambil berlari kecil menuju mobil jemputannya. "iya Fid! besok kesini lagi ya! byee" teriak Onix membalas lambaian tangan Fida.

Keesokan harinya, Fida tidak pergi ke taman karena ia harus menerima transfusi darah baru karena jantungnya tidak begitu kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Dua minggu kemudian dia baru kembali lagi ke taman Kemuning. "Hai Fida! lama ga ketemu. Kemana aja kamu? Aku kangen tau!" sahut onix sambil memeluk Fida. Fida kaget karena di peluk tiba-tiba. Dia langsung pingsan dan terkulai lemah. "Fida? Fida kamu kenapa Fid?!" jerit Onix panik dan langsung membawa Fida kerumah sakit terdekat untuk diobati. Barulah ia mengetahui bahwa Fida menderita penyakit jantung akut dan umurnya sudah tidak lama lagi. Ia merasa sangat sedih apabila harus kehilangan Fida. Ia sangat menyayanginya.

Seminggu kemudian, Fida kembali ke taman tersebut untuk menemui Onix. Tak tau mengapa, ia merasa sangat merindukan lelaki itu. Ia merasa sangat nyaman bersandar di bahunya. "Hmm... Onix mana ya? aku kangen dia..." Bisik Fida dalam hatinya. "hai Fida! maaf ya, kemaren ini aku ngejutin kamu.. aku ngga tau kalau kamu punya penyakit jantung dan..." Onix terdiam. "Udah Onix, ga papa kok. hehe aku seneng kamu udah ada di samping aku sekarang. Aku kangeeen banget!" ucap Fida seraya memeluk Onix. Namun segera ia sadar bahwa ia sudah keceplosan. Dia langsung melepaskan pelukannya. "Hehe, maaf ya Nix! Reflex tadi woahaha. Eh iya, kamu dateng ya besok pas hari ulang tahun aku. Aku tunggu lo Nix! Jangan lupa kasi kado hehe" Sahut Fida. "Haha, kamu mau kado apa Fid? ntar aku beliin deh." tanya Onix. "Eh, eh tadi aku cuma bercanda kok Nix. Ga kasi kado juga gapapa. Yang penting kamu dateng ya" tolak Fida merasa tidak enak dengan tawaran Onix. "Haha, gapapa kok. Pestanya mulai jam berapa?" Tanya Onix kemudian. "Hmm... Jam Delapan malam, Nix. Kamu jangan telat ya" Pinta Fida. Tak lama kemudian, Onix mohon pamit. Ia ingin membeli sebuah kado untuk Fida. Kado istimewa, sebagai kenangan terakhir untuk sahabat barunya itu. Terakhir, ya. Karena Fida akan meninggalkan mereka semua, termasuk Onix. Fida akan pergi untuk selamanya besok..

Keesokan harinya, pukul 07:30 p.m... (Bersambung)