"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga... Yeeeyy... Selamat ulang tahun ya, Nak. Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu. Kami semua, sayaang sekali kepadamu" ucap mama Fida seraya memeluk erat anak kesayangannya itu. "Hmm.. Iya Ma, Fida juga sayaang banget sama... Argh, sakit! Sakit maa..." teriak Fida kesakitan dan tergolek tak berdaya. "Fidaa! Fidaaaa....!! Jangan tinggalkan mama naak..."
----------Lima Tahun Kemudian----------
"Penyakit jantung anak ibu sudah mencapai stadium 4, bu. Jadi, bagaimana keputusan selanjutnya, apakah akan tetap dibiarkan seperti ini atau bagaimana? Kami sudah tidak bisa berbuat banyak bu. Mungkin umur anak ibu tak akan berlangsung lama lagi. Maafkan kami bu..." sang dokter terdiam, tak sanggup berkata apa apa lagi. "sudahlah dok, saya mengerti, Kami akan memberikannya hari hari terindah dalam hidupnya. Kami berjanji, dok. Terima kasih atas semua usaha pak dokter selama ini ya. saya pamit pulang dulu." sahut mama Fida beranjak meninggalkan ruangan pak dokter.
=========================================================================
Pagi yang indah. Dari dalam sebuah kamar, terdengar suara kuapan dari seorang gadis. Ia terlihat sangat manja dengan daster pink dan rambut panjang yangmengembang acak-acakan ala anak gadis baru bangun tidur. "pagi ma, pagi mas! Tante sama nenek belum bangun ya, bik?" tanya Fida sambil menguap lebar. "aduh aduh, anak mama baru bangun. hihi mandi dulu sana, biar harum. Ga bau asem gini hahaha" kata mama Fida sambil menggoda anaknya yang baru bangun tidur itu. "hoalaaa... Iyaa deh maa... Bik, tolong bangunin tante ya bik, aku mau makan sup buatan tante hari ini hehe" sahut Fida sambil cengengesan. "siap non, hehehe"
Fida sebenarnya bukanlah anak yang manja. Ia terkena penyakit jantung akut turunan dari papanya. Papanya sudah meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu saat ia masih berumur tujuh tahun. Namun ironisnya, ia tidak mengetahui bahwa dokter menvonis umurnya hanya sampai delapan belas tahun. Itu artinya, usianya hanya tinggal satu bulan lagi terhitung dari sekarang, tanggal 19 september 2010. Fida yang malang. Mama dan seluruh keluarga besarnya menyembunyikan hal ini dari Fida mengingat penyakit jantungnya yang sering kambuh apabila ia sedang terkejut. Mereka tidak ingin umur Fida menjadi semakin berkurang. Mereka sangat menyayangi Fida...
"Aku bosan dirumah terus mas, aku juga ingin main keluar seperti remaja lainnya yang seusiaku. Boleh ya mas, ya ya ya?" rengek Fida kepada abangnya, Nandira. Namun, ia biasa memanggilnya Masnand. "hhh~ ada ada saja kamu ini Fid, udah jelas sakit-sakitan, tapi masi juga mau keluar rumah. Mas bukannya ga ngebolehin kamu keluar, tapi kamu itu sering pingsan. Ntar kalau kamu kenapa-kenapa, mas lagi yang di salahin sama mama." larang Nandi. "tapi mas, aku cuma pengen jalan-jalan aja kok. Mas sendiri yang bilang kan kalo aku tambah gendut, jadi harus sering olahraga. Nah, ayolah mas. Aku cuma pengen liat-liat bentar kok. Hehe, ntar aku kasi cium deh... wkwkwk" rayu Fida. "Ogah! Ntar yang ada, Luna malah marah-marah sama kamu, jelek. Gara-gara liat ada cewek jelek nyium aku, ihh~" tolak Nandi menghindar dari rayuan Fida. "Nah, masnand maunya apa? Ntar aku kasi deh, yayaya? Masnand mau peralatan gambar lagi? Janji deh, aku mintain sama mama ntar. Hehe, syaratnya yaa, antarin dulu aku ke taman." rayu Fida untuk yang kedua kalinya. "Iya deh, adekku sayang. Tau banget aku ga nahan sama alat gambar. haahhhh~" sahut Nandi sambil membukakan pintu mobil untuk adiknya. "yeeyyy... Masnand baik, aku sayaaang sekali sama masnand, muah muah haha" lonjak Fida gembira sambil mencium pipi mas kesayangannya itu. "ih, najong gua, Fid" sahut Nandi sambil berpura-pura mengalihkan pandangan. Padahal sejujurnya, ia sangat mengkhawatirkan keselamatan adik semata wayangnya itu...
Sesampainya di taman... (Bersambung)
Fida sebenarnya bukanlah anak yang manja. Ia terkena penyakit jantung akut turunan dari papanya. Papanya sudah meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu saat ia masih berumur tujuh tahun. Namun ironisnya, ia tidak mengetahui bahwa dokter menvonis umurnya hanya sampai delapan belas tahun. Itu artinya, usianya hanya tinggal satu bulan lagi terhitung dari sekarang, tanggal 19 september 2010. Fida yang malang. Mama dan seluruh keluarga besarnya menyembunyikan hal ini dari Fida mengingat penyakit jantungnya yang sering kambuh apabila ia sedang terkejut. Mereka tidak ingin umur Fida menjadi semakin berkurang. Mereka sangat menyayangi Fida...
"Aku bosan dirumah terus mas, aku juga ingin main keluar seperti remaja lainnya yang seusiaku. Boleh ya mas, ya ya ya?" rengek Fida kepada abangnya, Nandira. Namun, ia biasa memanggilnya Masnand. "hhh~ ada ada saja kamu ini Fid, udah jelas sakit-sakitan, tapi masi juga mau keluar rumah. Mas bukannya ga ngebolehin kamu keluar, tapi kamu itu sering pingsan. Ntar kalau kamu kenapa-kenapa, mas lagi yang di salahin sama mama." larang Nandi. "tapi mas, aku cuma pengen jalan-jalan aja kok. Mas sendiri yang bilang kan kalo aku tambah gendut, jadi harus sering olahraga. Nah, ayolah mas. Aku cuma pengen liat-liat bentar kok. Hehe, ntar aku kasi cium deh... wkwkwk" rayu Fida. "Ogah! Ntar yang ada, Luna malah marah-marah sama kamu, jelek. Gara-gara liat ada cewek jelek nyium aku, ihh~" tolak Nandi menghindar dari rayuan Fida. "Nah, masnand maunya apa? Ntar aku kasi deh, yayaya? Masnand mau peralatan gambar lagi? Janji deh, aku mintain sama mama ntar. Hehe, syaratnya yaa, antarin dulu aku ke taman." rayu Fida untuk yang kedua kalinya. "Iya deh, adekku sayang. Tau banget aku ga nahan sama alat gambar. haahhhh~" sahut Nandi sambil membukakan pintu mobil untuk adiknya. "yeeyyy... Masnand baik, aku sayaaang sekali sama masnand, muah muah haha" lonjak Fida gembira sambil mencium pipi mas kesayangannya itu. "ih, najong gua, Fid" sahut Nandi sambil berpura-pura mengalihkan pandangan. Padahal sejujurnya, ia sangat mengkhawatirkan keselamatan adik semata wayangnya itu...
Sesampainya di taman... (Bersambung)
